spot_img
Rabu, Agustus 5, 2026

Kapolri Resmikan Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia

Must read

JAKARTA, cakrawalapublik.com – Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) telah diresmikan, hari ini, Jumat 24 Juli 2026, Jalan Asem Baris, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Peresmian kantor dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri pun didaulat untuk meresmikan kantor sekretariat KBPBI yang ditandai dengan pengguntingan pita di depan pintu masuk sekretariat bersama KBPBI.

Setelah peresmian, Kapolri dan para pimpinan buruh berfoto bersama tepat di depan kantor sambil mengepalkan tangan kiri. “Hidup buruh!” ucap Sigit bersama pimpinan serikat buruh.

Sebelumnya, kedatangan Jenderal Sigit disambut oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban dan Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI) Wahidin.

Ada juga Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat, Dewan Penasihat KSPSI Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat dan Para Pimpinan Serikat Pekerja Buruh lainnya.

Sementara Jenderal Sigit didampingi sejumlah pejabat Polri seperti Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, dan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menyebut berdirinya sekretariat bersama itu sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya berbagai serikat buruh di Indonesia berhimpun dalam satu wadah perjuangan.

“Selamat untuk bersatunya semangat perjuangan buruh Indonesia!” kata Sigit yang disambut dengan tepuk tangan.

Ia mengatakan, persatuan buruh dibutuhkan di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik di Timur Tengah dan tekanan terhadap perekonomian dunia. Menurut dia, pemerintah memerlukan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pekerja dan iklim investasi. Menurut dia, investasi yang kondusif akan membuka lebih banyak lapangan kerja.

Dalam kesempatan tersebut Jenderal Sigit mengungkapkan, kedekatannya dengan kalangan buruh telah terjalin sejak menjabat Kapolda Banten periode 2016 – 2018. Saat itu, ia mengubah pola pengamanan peringatan Hari Buruh agar polisi tidak lagi berhadap-hadapan dengan massa buruh, melainkan merayakannya bersama.

Kapolri juga mengaku pernah ikut memperjuangkan aspirasi buruh terkait Undang-Undang Cipta Kerja hingga Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian gugatan.

“Saya pernah sampaikan ke beberapa waktu yang lalu bahwa saya adalah salah satu, enggak tahu yang lain ada atau tidak, yang menolak Omnibus Law, khususnya terkait dengan masalah Cipta Kerja,” ungkap Sigit yang kembali disambut riuh tepuk tangan para pimpinan buruh.

“Dan saya memperjuangkan bersama diam-diam dengan teman-teman Buruh, beberapa orang termasuk Pak Andi Gani di dalamnya, untuk terus mengawal dan, Alhamdulillah, MK, buruh bisa menang,” tandasnya. (*/REDKBB)

- Advertisement -spot_imgspot_img

More articles

spot_img

Latest article