SERANG – Kontras tajam kembali tersaji dari Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Di balik kemegahan arsitektur Gedung DPRD Provinsi Banten yang menelan anggaran besar, kondisi fasilitas dasar di dalam ruang fraksi justru berbanding terbalik. Toilet yang seharusnya menjadi fasilitas sanitasi standar, kini kondisinya dilaporkan kotor, bau, dan terkesan tidak terawat.
Kondisi memprihatinkan ini memicu gelombang kritik dari warga dan netizen di media sosial. Banyak yang menyayangkan bagaimana gedung tempat para wakil rakyat merumuskan kebijakan publik justru abai terhadap kebersihan lingkungan kerjanya sendiri.
“Ini sindiran nyata bagi kinerja mereka. Bagaimana mau mengurus urusan rakyat yang kompleks di Banten, kalau mengurus kebersihan toilet di ruangan sendiri saja tidak becus,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar unggahan platform digital lokal, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, aroma tidak sedap kerap tercium dari area toilet yang berada di sekitar ruangan fraksi. Beberapa fasilitas pendukung seperti wastafel terlihat berkerak, lantai yang basah tanpa pengeringan berkala, hingga sistem pembuangan air yang tersumbat.
Kritik masyarakat semakin tajam mengingat DPRD Provinsi Banten selalu mendapat alokasi anggaran pemeliharaan gedung yang tidak sedikit setiap tahunnya. Publik pun mempertanyakan ke mana aliran dana perawatan gedung dialokasikan, jika fasilitas vital seperti toilet dibiarkan kumuh mirip fasilitas umum yang terbengkalai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Provinsi Banten belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan penanganan kebersihan dan perawatan fasilitas di area ruang fraksi tersebut. Warga berharap ada tindakan nyata dari pihak pengelola gedung agar citra institusi legislatif tidak semakin merosot akibat masalah sanitasi dasar.
(BTG)